Puisi “Gerimis di sore hari”
Terjepit pada suasana yang melankolis
Aku kamu takut bersatu
Terikat janji yang tak logis
Menghabiskan sisa hati yang manis
Jatuh hati untuk kesekian kalinya
Hingga bosan dalam berpuisi
Karna pada akhirnya akan mati lagi
Tapi kali ini berbeda
Tiga perempat kali tiga
Segitiga bermuda
Menghisap seluruh alam semesta
Apa masa itu sudah pergi?
Atau hanya tingal hari-hari sepi?
Ah sudah! aku tidak peduli
Hari ini aku cinta padanya
Hatinya terbuat dari melati
Nan indah harum terpampang sinarnya
Senyum itu memberi kebahagiaan sempurna
Kali ini dia yang terbaik
Terkadang masa lalu hanya menakutimu
Membuat jalan menjadi pelan
Dan seperti berlari dengan sebuah jari
Ya kamu yang saat ini
Tapi terkadang aku tidak percaya diri
Apa aku hanya singgah
Atau hanya sekedar pindah
Aku yakin kita dipertemukan
Karena saling menemukan.
Febuari, 2020.
Komentar
Posting Komentar
Selebihnya tanya pada rumput yang bergoyang