Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Puisi “Mencintai Untuk Kehilangan”

Mencintai Untuk Kehilangan Cipt : Brian Jevon Pernah rasanya menghilang dan kehilangan Sering menghantui setiap kali ingat Pelajaran hari ini jaga apa yang kamu punya Simpan rasa hanya untuk dia Jangan pergi apalagi mendua Kamu bisa jika cinta Kehilangan membekas pada rasa Berduka pada ketiadaan Hanya timbul penyesalan Sudah waktunya kamu lupakan Cinta memang demikian Hanya ada istilah menghilang dan kehilangan Menghilang karena cinta Ingin dia lupa dan bahagia Kehilangan karena terlalu cinta Ingin ia sadar tapi ia sudah lupa Januari, 2020

Puisi “Rubah”

Rubah Cipt : Brian Jevon Manusia pada dasarnya ingin berubah Salah, menyalahkan, disalahkan, Adalah sifat manusia Pada siapa lagi kita berlabuh Selain pada prinsip diri Resah, meresahkan, keresahan Manusia seringkali terdiam dalam emosi Kadang meluap kadang menguap Buruk, mau jadi apa? Manusia beradab atau biadab Ucapan hanya tutur Tapi usaha adalah alur Mau hanya bertutur atau mengikuti alur? Manusia bisa berubah Ketika ini masihlah awal Oktober, 2019

Puisi “Sejati Jatinangor”

Sejati jatinangor Cipt : Brian Jevon Langit mendung tak tanggung-tanggung Angin meniup kau basah kuyup Hujan turun lagi tanpa bicara Ombak hati menerjang deras tanpa jeda Larut tenggelam dalam pelukan Bibir manis tak memiliki rasa Menyisir rambut hitam beraroma nostalgia Mencintai untuk kehilangan Aku belum siap Dan tak akan pernah siap Cinta kan abadi ketika menyadari September, 2019

Puisi “Curah”

Curah Cipt : Brian Jevon Apa yang mengganjal hati itu Sesampainya kamu menjadi batu Apa yang kurang dari sebuah warna Sesampainya kamu menjadi kelabu Aku ini apa dan kenapa, siapa Siapa aku bagi kamu Kasih atau hanya belum Kapan Menunggu waktu kata mu Aku takut rasa pergi direnggut waktu Aku takut percaya sirna selamanya Aku sendiri Sepi Kamu peduli Tapi Ada hati lain yang kamu tepi Kamu tidak tahu Aku bisa pergi tanpa kamu tahu September, 2019

Puisi “AVN”

AVN Cipt : Brian Jevon Dia Altha Velia Nabilah Wanita pemilik satu lesung pipi Dengan senyum yang berseri-seri Memberi tawa setiap hari Dialah yang ku cari Dia Altha Velia Nabilah Bagiku dia puisi Menggambarkan indahnya terbit mentari Dan esensi manusia yang tak pernah pergi Dia yang mencuri hati Ku artikan dia sebagai Sri Drupadi Rendah hati, layak dicintai Ku analogikan dia sebagai nasi Tanpanya ku selalu merasa tak terpenuhi Ku akhiri puisi ini dengan doa Semoga hatiku tak pernah mati Untuk mencintainya seorang diri Juli, 2019

Puisi “Malam-Malam”

Malam-Malam Cipt : Brian Jevon Ingin rasanya merasa lagi Terlalu Manis hingga lupa cara melupa Rasanya masih ada diingatan Seperti ledakan big bang yang membuat alam semesta Kamu membuat alam baru di alam sadar Desahlah  Cinta membuat asam menjadi tawar Asin menjadi manis Desahlah Diskusi dalam gerak dan irama Merintis kesyahduan Membagi peran satu sama lain Menarilah Hingga waktu yang telah ditentukan Januari, 2020

Puisi “Pada Akhirnya”

Pada Akhirnya Cipt : Brian Jevon Jangan kamu menangis Jangan kamu kesal Kamu penghancur hati dan menghancur hati Pada akhirnya akan mati Argumen dan caci maki sia sia Air mata yang deras itu Biar membeku menjadi satu Seraya menyeru merayu Terdengar oleh hati yang pilu Pada akhirnya kamu berujung pada kesendirian November, 2019